Monday, August 28, 2017

Eksplorasi Mode Futuristik Melalui Karung Goni

Siapa sih yang tidak kenal karung goni? Karung goni yang selama ini kita kenal biasanya digunakan untuk membungkus hasil-hasil panen produk perkebunan atau pertanian.
Tak hanya itu saja, karena banyak yang menggunakan karung goni untuk keperluan lain, bagian materialnya diambil, lalu disebut sebagai kain goni, bukan lagi karung.



 Kain goni yang saat ini ada di pasaran dikreasikan dan diubah menjadi produk-produk mode seperti tas, pouch, taplak meja dengan hiasan renda serta produk-produk lain. Denga semakin meningkatnya hasil dari kreatifitas para pengrajin, semakin banyak pula jenis produk yang dihasilkan.
Melihat celah dari karung goni ini, Ahmad Fajri, Muhammad Fariz, Ruby Perkasa yang berasal dari Bandung mencoba melakukan penjualan bahan baku, dan iseng membuka pesanan produk. Ternyata tak lama kemudian, lahirlah “Rumah Karung Goni”. Sebagai salah satu industri kreatif, usia Rumah Karung Goni masih terbilang muda. Berdiri sejak tahun 2016 silam, kini Rumah Karung Goni telah berusia 2 tahun.


Produk-produk yang dihasilkan diantaranya adalah tas, sepatu, totebag, pouch, hingga sovenir pernikahan. Tidak hanya karung goni, mereka juga memadukan produknya dengan batik dan katun Jepang
Berdirinya Rumah Karung Goni sampai saat ini, bukan berarti tanpa kendala. “Kendala kami berbetur di harga ketika akan dimasukkan pasar. Bahannya mahal dan sampai saat ini barang substitusi goni masih banyak dan lebih murah,” ujar Ruby.
Bagi yang tertarik membelinya, cukup siapkan uang sekitar 150 ribu hingga 250 ribu, maka kamu bisa memiliki produknya. Produk ini bisa didapatkan dengan mudah di akun instagram @rumahkarunggoni.




No comments:

Post a Comment